Home / Artikel / Global / Humanity Distribution Center, Pusat Bahan Pangan untuk Dapur Umum di Gaza

Humanity Distribution Center, Pusat Bahan Pangan untuk Dapur Umum di Gaza

by Achmad Rizal Senin, 08 Jan 2018 18:31 292 - Global

bg-reg

ACTNews, GAZA - Setiap harinya, ucapan terima kasih itu diserukan oleh warga Palestina--ucapan terima kasih yang didedikasikan khusus untuk masyarakat Indonesia. Ucapan terima kasih itu mengalun, bersamaan dengan diterimanya paket pangan siap santap di setiap momen perjuangan mereka dalam mempertahankan Al-Quds. Dari Al-Quds hingga Gaza, semua bulat berseru: Terima kasih Indonesia!

Merunut ke belakang, sudah sebulan lamanya pendistribusian paket pangan siap santap berlangsung di Al-Quds dan Gaza. Diolah langsung dari Dapur Umum Indonesia untuk Palestina, puluhan ribu paket pangan dengan berbagai rupa menu sajian spesial hadir di tengah warga Palestina dalam setiap ikhtiar mereka membela Al-Quds.

Mengolah dan meracik setiap porsi makanan terus mewarnai aktivitas Dapur Umum Indonesia untuk Palestina hingga saat ini. Dari tangan 10 relawan ACT yang juga merupakan warga Palestina, sekitar 500-2000 porsi makanan diproduksi setiap harinya. Berton-ton bahan pangan disiapkan agar bisa memenuhi kebutuhan produksi masif tersebut. Semua disimpan dengan baik di sebuah warehouse pangan yang ada di Gaza City.

Andi Noor Faradiba selaku staff Global Humanity Response (GHR) ACT mengungkapkan, gudang bahan pangan tersebut merupakan Humanity Distribution Center. Selama lebih dari tiga minggu, HDC menyuplai bahan pangan segar untuk selanjutnya dimasak di Dapur Umum Indonesia untuk Palestina.

“Selain gudang penyimpanan, HDC ACT di Gaza juga mencakup peternakan ayam. Dari peternakan inilah, kebutuhan daging ayam untuk tiap porsi makanan siap santap disuplai,” jelas Diba.

Menilik isi gudang penyimpanan HDC ACT di Gaza, ruang kosong yang tersisa hanyalah ruang untuk bongkar muat logistik. Sudut demi sudut ruang gudang dipenuhi bersak-sak bahan pangan seperti tepung terigu, beras, kacang-kacangan, bawang putih, bawang merah, garam, rempah-rempah, hingga minyak jagung.

Menurut Abu Najjar, relawan ACT yang mengawal aktivitas Dapur Umum Indonesia di Gaza, baik gudang penyimpanan maupun peternakan selalu dimonitor oleh timnya. Ia beserta kawan-kawannya biasa memulai aktivitas tersebut sedari pagi.

“Di peternakan, tim kami membawa ayam-ayam yang siap disembelih ke rumah jagal. Sehabis itu, daging ayamnya kami bawa ke Dapur Umum untuk diolah oleh koki-koki kami. Cara yang sama juga dilakukan tim kami yang ada di gudang. Setiap hari, kami menyiapkan bahan pangan apa saja yang dibutuhkan, lalu mengirimnya ke Dapur Umum,” papar Abu.

Lokasi HDC dan Dapur Umum Indonesia pun dinilainya tidak begitu jauh dari area-area distribusi bantuan pangan. Dengan jarak sekitar 4 km, hal ini memudahkan timnya untuk mendistribusikan makanan dalam keadaan yang fresh.

“Kami juga melapisi makanan yang akan dibagikan dengan alumunium foil agar kesegarannya tetap terjaga,” imbuh Abu.

Ada kebanggaan tersendiri bagi Abu ketika memonitor jalannya Dapur Umum Indonesia dan mendistribusi puluhan ribu porsi makanan siap santap kepada saudara-saudaranya di sana. Ia mengungkapkan, meski tidak berada dalam garda terdepan dalam pembelaan Al-Quds, ia bersyukur bisa menyertai warga Palestina lainnya yang berjuang mempertahankan Al-Quds. Mendistribusikan puluhan porsi makanan menjadi ikhtiar Abu untuk memperjuangkan tanah airnya.

Banyak lokasi yang ia kunjungi, mulai dari wilayah perbatasan Gaza-Israel, masjid, rumah yatim, rumah sakit, hingga sekolah. Abu mengungkapkan, di perbatasan, semangat juang itu begitu kentara. Semangat untuk melawan keputusan sepihak itu (pemindahan ibu kota Israel ke Al-Quds) sangat menggebu, baik pemuda maupun orang tua.

“Yang paling saya ingat adalah bagaimana mereka amat berterima kasih dengan bantuan pangan yang diberikan di sela perlawanan itu. Tidak hanya di perbatasan, tapi juga di tempat-tempat lainnya seperti masjid dan sekolah. Bahkan, di beberapa masjid yang kami sambangi, para jemaah amat mensyukuri porsi makanan yang mereka dapat,” kenang Abu.

Besarnya gelombang perlawanan warga Palestina terhadap keputusan sepihak tersebut memang memicu tingginya kebutuhan pangan dan medis. Selain beroperasinya HDC dan Dapur Umum, ACT juga menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia dalam bentuk layanan kesehatan gratis.

Insya Allah, dalam waktu dekat, Kapal Kemanusiaan III pun segera berlayar menuju Palestina, membawa amanah kepeduliaan rakyat Indonesia yang jauh lebih masif: 10.000 ton beras.





2 Comment


Andi Primaretha

Kamis, 11/01/2018 14:20

Wah bagus sekali


Andi Primaretha

Kamis, 11/01/2018 14:20

Alhamdulillah




Welcome to the community

Selamat Datang di ACT Forum
  39
  08/01/2018

Top Member

Muhajir Arif Rahmani

2
Achmad Rizal

2
Eka Zairina Aly

1

NEWSLETTER