Home / Artikel / Global / Saat Rumah Sakit di Gaza Tak Sanggup Lagi Siapkan Pangan untuk Pasien

Saat Rumah Sakit di Gaza Tak Sanggup Lagi Siapkan Pangan untuk Pasien

by Achmad Rizal Senin, 08 Jan 2018 18:33 343 - Global

bg-reg

ACTNews, GAZA - Dari sudut salah satu rumah sakit di Gaza, Palestina, siaran radio berbunyi samar. Ketika transmisi frekuensi didapat sempurna oleh radio tua itu, serak suara muncul dan perlahan berubah menjadi nada tegas. Hari itu, di akhir Desember 2017, radio menjadi salah satu media penyampai pesan yang efektif, sebuah pesan penting bakal oleh disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. 

Dari ranjang rumah sakit di tengah daerah kumuh Khan Yunis, Gaza, Palestina, Kakek Sameeh* mendengar serius suara yang keluar dari lubang suara radio kecil miliknya.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Palestina pun bersuara, “Situasi semakin sulit di Gaza. Ekonomi terus melemah. Blokade membuat obat-obatan sulit, kalaupun ada harganya mahal sekali. Atas dasar itu, rumah sakit di Gaza tak lagi sanggup menyiapkan makanan untuk pasien-pasien,” ujar suara si Pejabat Kementerian Palestina.

Situasi semakin sulit, begitu lah kenyataannya yang benar-benar terjadi. Dalam blokade dan penjajahan, Kakek Sameeh hanya bisa terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Selama ini obat-obatan sudah makin sulit dan mahal, kini datang lagi kesulitan baru.

“Kalau tak ada lagi makanan yang disiapkan oleh rumah sakit, kami harus menunggu makanan dari siapa lagi?,” ujarnya kepada relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bermukim di Khan Yunis, Gaza, Palestina.

Dapur Umum Indonesia fokus siapkan makanan untuk pasien

Kakek Sameeh hanya satu dari puluhan ribu pasien rumah sakit yang kini terbaring di ranjang tiap-tiap rumah sakit di Gaza. Kebanyakan dari pasien itu termasuk dalam keluarga tak mampu. Di Gaza yang nihil lapangan pekerjaan, memang hanya segelintir keluarga yang sanggup untuk menebus fasilitas rumah sakit terbaik.

Sementara, kabar dari Kementerian Kesehatan Palestina itu pun menjadi berita buruk bagi puluhan ribu pasien rumah sakit di seantero Gaza. Padahal pangan dengan gizi yang cukup menjadi salah satu faktor penyembuh yang bisa memulihkan tubuh dari kondisi sakit.

Merespons masalah pelik ini, Dapur Umum Indonesia untuk Palestina mulai mengubah fokus distribusi. Usai rampung membawa ribuan paket makanan untuk sekolah, masjid, dan pemuda-pemuda Palestina di perbatasan Gaza dan Israel, kini fokus distribusi mengarah ke ribuan pasien rumah sakit.

Mulai akhir Desember 2017 lalu, Dapur Umum Indonesia yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Palestina ini pun sambangi beberapa rumah sakit. Setiap harinya ada ribuan paket nasi, juga lauk dan buah-buahan untuk pasien rumah sakit di Gaza.

Seperti yang diungkapkan Andi Noor Faradiba, dari Global Humanity Response – ACT. Ia mengatakan, setiap harinya 3.000 pasien di 8 rumah sakit yang tersebar di seluruh Gaza disuplai makanannya selama 3 kali sehari.

“Ada 8 rumah sakit yang kini disuplai pangannya oleh Dapur Indonesia. Rumah sakit itu meliputi Shifa Hospital di Gaza City, Indonesian Hospital di North Gaza, Al Naser Pediatric Hospital di Gaza, Al Ranteesy Specialized Hospital for Oncology, Al-Aqsa Hospital di Middle Area, Naser Complex Hospital di Khan Yunis, European Hospital di Southern Governorate, dan Abu Yousef Al Najjar hospital di Rafah.

Lauk yang disiapkan pun istimewa. Untuk ribuan pasien rumah sakit di seantero Gaza, Dapur Umum Indonesia sajikan menu nasi daging, lengkap dengan buah dan salad.

“Amanah masih berlanjut. ACT tetap akan melanjutkan distribusi paket makanan di rumah sakit lainnya di Gaza. Di saat bersamaan, dapur Indonesia untuk Palestina juga menyiapkan paket makanan di dalam Kota Al-Quds Yerusalem,” jelas Faradiba, Kamis (4/1). []





0 Comment




Welcome to the community

Selamat Datang di ACT Forum
  39
  08/01/2018

Top Member

Muhajir Arif Rahmani

2
Achmad Rizal

2
Eka Zairina Aly

1

NEWSLETTER