Home / Artikel / Nasional / Manajemen Bencana Terpadu

Manajemen Bencana Terpadu

by Muhajir Arif Rahmani Kamis, 18 Oct 2018 10:57 469 - Nasional

bg-reg

JAKARTA - Disaster Management Institute of Indonesia/DMII adalah salah satu program dari lembaga kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang sekarang sudah berkembang menjadi Direktorat, berfungsi sebagai edukasi dan manajemen kebencanaan untuk masyarakat, mengusung konsep Manajemen Bencana Terpadu (MBT) dengan aktivitas meliputi: pelatihan, konsultasi dan penelitian berbasis keahlian akademis praktis dan empiris di bidang penanganan bencana alam dan sosial secara terpadu.

Pelatihan, konsultasi dan penelitian yang dilakukan mencakup mitigasi, kesiapsiagaan, emergensi, rehabilitasi, rekonstruksi hingga prosedur mutu dalam tugas-tugas kemanusiaan dan kebencanaan. Dengan visinya: "Menjadi institusi terdepan dalam pengembangan ilmu dan manajemen kebencanaan berbasis Total Disaster Management (TDM)". Serta misinya  :Mengembangkan wawasan keilmuan tentang kebencanaan berbasis akademis dan pengalaman praktis (based practice), Mengembangkan sinergi dan kemitraan dalam pengurangan resiko bencana (disaster risk reduction). Mewujudkan masyarakat sadar dan siaga bencana". Mencoba mengedukasi masyarakat akan pentingnya tindakan preventif.     

Sebagai bentuk keseriusan ACT dalam penanganan preventif tersebut,  ACT membentuk Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), yang merupakan pusat referensi dari seluruh pengetahuan dan pengalaman praktis ACT dalam perjalanannya menangani bencana sejak lebih dari 15 tahun yang lalu.

DMII memberikan training emergency dan kebencanaan, di berbagai perusahaan, sekolah, lembaga pemerintahan dan publik, dengan penekanan pada pemasyarakatan, pengurangan resiko bencana atau mitigasi (Disaster Risk Reduction / DRR).

DMII juga telah menghasilkan Standard Operational Procedure (SOP) penanggulangan bencana dan kondisi darurat, selain juga menjadi konsultan untuk pusat-pusat pendidikan kebencanaan.

Bencana alam di muka bumi ini, semakin hari semakin tak terhentikan. Bagai roda yang menggelinding di jalan yang menurun, terus berputar tak pernah berhenti. Dimulai dengan cuaca extreme karena kerusakan alam akibat ulah manusia, sehingga terjadi global warming yang mengakibatkan cuaca yang tak menentu, banjir akibat curah hujan yang tinggi terjadi dimana-mana, tanah longsor, kekeringan, serta kebakaraan hutan.

Selain itu Bencana yang disebabkan karena gejala alam juga terjadi dimana-mana, mulai erupsi di beberapa gunung berapi, gempa bumi vulkanik, gempa bumi tektonik yang tidak disertai tsunami dan yang disertai tsunami.

ACT salah satu lembaga kemanusiaan yang konsen di dunia kemanusiaan, mempunyai satu Direktorat yang bernama DMII, berfungsi sebagai edukasi dan manajemen kebencanaan untuk masyarakat. Dengan mengusung konsep Manajemen Bencana Terpadu (MBT) dengan aktivitas meliputi: pelatihan, konsultasi dan penelitian berbasis keahlian akademis praktis dan empiris di bidang penanganan bencana alam dan sosial secara terpadu.

Dalam menangani bencana, ACT tidak hanya menangani emergency disaat bencana atau pasca-bencana saja, seperti yang ditangani Direktorat Disaster Emergency and Relief Management/DERM. Namun juga mempunyai Direktorat yang selalu mengedukasi masyarakat pra-bencana, dengan mengusung Total Disaster Management.

DMII terus bertekad melakukan positioning, sebagai lembaga yang fokus dalam edukasi kesiapsiagaan bencana, edukasi pra-bencana untuk mengurangi resiko bencana (disaster risk reduction).[]

 





1 Comment


Testing

Rabu, 30/01/2019 23:46

keren




Welcome to the community

Selamat Datang di ACT Forum
  64
  08/01/2018

Top Member

Achmad Rizal

2
Muhajir Arif Rahmani

2
Eka Zairina Aly

1

NEWSLETTER